Berita Pekanbaru

Universitas Lancang Kuning

Tim Dosen Fakultas Hukum Unilak Beri Penyuluhan Hukum Kepada Masyarakat Kelurahan Rumbai Bukit

Administrator | Jumat, 21 Juni 2019 - 23:44:24 WIB | dibaca: 69 pembaca

Dalam rangka implementasi tri dharma perguruan tinggi, tim dosen dari Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning (Unilak) memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat Kelurahan Rumbai Bukit, Kamis (20/6/2018) siang, yang bertempat di aula Kantor Lurah Rumbai Bukit yang beralamat di Jalan Sri Indra Kecamatan Rumbai.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah Rumbai Bukit, Nanda Eddyan, yang didampingi oleh Ketua LPM Kelurahan Rumbai Bukit, Jamaluddin Lubis. Selain itu, tim dosen dari Fakultas Hukum Unilak turut menghadirkan Yusuf Ngongo yang merupakan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru dan Fahrial yang merupakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Pekanbaru sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Nanda Eddyan mengucapkan selamat datang di Kelurahan Rumbai Bukit dan menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan penyuluhan ini karena dapat memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat. “Kepada Pak Dosen, Pak Hakim, dan Ketua Apindo, kami ucapkan selamat datang di kelurahan kami ini. Saya sangat mendukung diadakannya penyuluhan hukum di sini karena dapat memberikan pemahaman hukum kepada masyarakat,” katanya.

Tim dosen yang terdiri atas Suhendro, Andrew Shandy Utama, dan Ade Pratiwi Susanty menyampaikan materi mengenai penyelesaian sengketa pertanahan dalam penyuluhan ini. Materi tersebut sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat karena banyaknya masyarakat yang tidak memahami hukum tetapi mengalami permasalahan hukum di bidang pertanahan, khususnya mengenai sengketa kepemilikan tanah. Pada kesempatan tersebut, Andrew Shandy Utama memaparkan materi mengenai ‘Penyelesaian Sengketa Ha katas Tanah’.

Dalam pemaparannya, Andrew Shandy Utama menyampaikan bahwa masyarakat harus mengetahui hak-hak atas tanah yang ada dalam Undang-Undang Pokok Agraria. Selain itu, masyarakat harus memahami perbedaan antara SKGR dan SHM sebagai bukti kepemilikan tanah. Hal ini dikarenakan permasalahan mengenai status kepemilikan tanah tersebut yang sering menyebabkan timbulnya sengketa di masyarakat.

Jamaluddin Lubis menambahkan bahwa ia berterima kasih kepada tim dosen dari Fakultas Hukum Unilak karena telah memberikan materi yang bermanfaat untuk menambah wawasan masyarakat. “Terima kasih kepada Pak Dosen atas pemaparan materinya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” tambahnya. Jamaluddin Lubis juga berharap kegiatan penyuluhan hukum ini rutin diadakan setiap tahunnya di Kelurahan Rumbai Bukit. “Harapan saya penyuluhan ini rutin setiap tahunnya di sini,” tutupnya.

Pantauan AspirasiPekanbaru.com di lokasi, kegiatan ini dihadiri oleh lebih kurang 25 orang masyarakat, yang beberapa di antaranya merupakan ketua RW di Kelurahan Rumbai Bukit.